Tanya Jawab Seputar Bea Impor atas Barang Bawaan dari Luar Negeri

Pada 29 Oktober 2010 Menteri Keuangan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 188/PMK.04/2010 tentang Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang, Awak Sarana Pengangkut Pelintas Batas dan Barang Kiriman. Ringkasan beritanya dapat disimak di Media Indonesia dan Kompas.

Saya pun menanyakan hal ini kepada rekan-rekan di Departemen Keuangan. Berikut ini salinan percakapan kami.


—————————–

Pertanyaan Tahap I

Buat kawan2 di Depkeu, saya mau tanya.

Ada Peraturan Baru Menkeu tentang Biaya Impor Barang Bawaan Penumpang dari Luar Negeri.

Intinya barang bawaan senilai lebih dari USD 250 dikenai bea masuk.

1. Apa tiap barang yang nilainya lebih dari itu akan kena bea?

2. Apa barang yang dibeli di Indonesia, dibawa ke luar & masuk lagi bakal kena juga?  Saya baca ada pengecualian di Pasal 7.

3. Apa maksud pasal 33 (2)? Cuma 1 barang termahal saja yang kena bea? atau tarif bea masuk tiap barang disamakan dg barang yg termahal?

4. Menurut Siaran Pers tentang Fiskal Luar Negeri, aturan tarif fiskal bagi WNI yang tak punya NPWP hanya berlaku di 2009 & 2010. Apa fiskal ini bakal dihapus tahun 2011?

Jawaban Tahap I

saya coba jawab, sebenarnya inti dari peraturan ini adalah menghindari org masuk ke Indonesia dari jalur darat, laut, dan udara yang membawa barang (dagangan, keperluan sendiri atau tujuan komersil lainnya) secara langsung tapi tidak membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor lainnya (PDRI). peraturan ini hanya untuk penumpang biasa, sedangkan untuk orang yang pindahan dari LN kembali ke Indonesia ada aturan tersendiri

terkait pertanyaan :
1. iya, tapi itu merupakan self assessment, jd ada dokumen Customs Declaration (CD) dibagikan ke setiap penumpang, silakan diisi barang apa saja yang dibawa.kalau dari pengakuan penumpang atau hasil pemeriksaan pejabat bea cukai ditemukan barang yang harganya di atas USD 250 maka akan dikenakan bea masuk dan PDRI. misal setelah dihitung harganya  USD 450, maka pengenaan BM dan PDRI hanya selisihnya yaitu USD 200. tapi barang yg kita laporkan di CD hanya barang yang baru kita bawa dari LN, untuk barang2 yang kita bawa dari DN terus kita bawa kembali tidak perlu dilaporkan.

2. iya, seperti poin 1, barang2 itu mendapat pembebasan dan tidak perlu dilaporkan di CD

3. yang dimaksud adalah digunakan satu tarif barang yang paling tinggi, tapi itu bila barang yang di bawa lebih dari 3 jenis, mis : membawa lampu hias ( USD 100 ,tarif 10 %), tas pinggang (USD 25 , 5%), HP (USD 200, tarif 15%), dan jam tangan (USD 75, tarif 5%), maka total harga adalah USD 400, maka wajib membayar BM dengan nilai barang  USD 150 (USD 400 -USD 250) dengan menggunakan tarif tertinggi yaitu 15% ditambah PPN 10% dan PPh 7,5% , harga dan tarif bukan sebenarnya:)

4. kalau ini yang saya tahu memang begitu, mulai 2011 silakan ke LN tanpa fiskal dan tanpa NPWP, tapi kalau yang penghasilannya di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak, segeralah buat NPWP🙂

demikian jawaban saya, walaupun saya di bea cukai tapi dulu di STAN jurusan akuntansi bukan bea cukai jadi mungkin kalau ada yang salah mohon maaf🙂

Pertanyaan Tahap II

1. PMK No.188 ini kan berlaku mulai 1 Januari 2011. Apakah barang lama yang dibeli di LN sebelum 2011 juga kena pajak?

2. Tarif yang digunakan apa masih BTBMI 2007? atau ada tarif terbaru?

3. Menurut jawaban, semua barang (yg dibeli di LN) dihitung nilainya, ditotal, dikurangi USD 250 lalu dikali persentase pajak-pajaknya.

Kalau begitu mayoritas orang pasti kena. Barang kebutuhan saya sehari-hari kalau ditotal tentu saja lebih dari USD 250, termasuk buku-buku kuliah, pakaian, dll.

Awalnya saya pikir hanya barang yang bernilai lebih dari USD 250 akan kena pajak, misalnya laptop. Barang lain yang di bawah nilai tsb tidak kena & tidak dihitung total nilai semua barang.

Jadi dihitung total harga barang bawaan ya?

4. Bagaimana orang bisa membuktikan barang-barang yang dibeli di Indonesia, sedangkan Bea Cukai tidak meminta data barang tsb saat berangkat ke LN? Cukup merepotkan kalau harus menunjukkan nota/struk pembelian barang lama yang entah disimpan di mana atau bahkan dibuang.

5. Di mana saya bisa menemukan peraturan tetang barang pindahan dari LN? di PMK No.188 sepertinya tidak ada.

6. Apa Bea Cukai punya cara tersendiri dalam menilai harga barang? tentunya nilai barang bekas pakai sudah menyusut.

Jawaban Tahap II

1. PMK ini memang berlaku januari 2011, tp ini merupakan perubahan kesekian dari PMK sejenis terkait dengan barang bawaan penumpang, sebelumnya ada Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 37/KMK.05/1982 , kemudian ada KMK No : 490/KMK.05/1996, kemudian Peraturan Menteri Keuangan Nomor 89/PMK.04/2007 , baru terakhir PMK 188/2010, intinya sama bahwa barang penumpang biasa ada pembebasan tarif dengan quota nilai tertentu (kebetulan dari 1982 USD 250 untuk pribadi dan USD 1.000 untuk satu keluarga).

2. masih mengacu pada Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) 2007, memang ada beberapa perubahan tapi hanya atas barang2 tertentu untuk kebutuhan industri, bukan keperluan pribadi. Update tarif terbaru di sini.

3. Ya. PMK 188 intinya selama org datang ke Indonesia yg sifatnya bukan pindahan maka akan terkena peraturan ini, tidak ada batasan tahun tinggal di LN.

4. sifat pelaporan self assessment, jadi laporkan saja barang yg benar2 dibeli di LN, petugas di lapangan sudah dibekali cara untuk melihat barang2 yg kemungkinan besar dibeli di LN, tapi kalau untuk barang yang harganya mahal dan ada kemungkinan dianggap barang beli di LN ada baiknya disimpan saja struknya, tapi setahu saya petugas di lapangan tidak akan sembarangan memutuskan barang tersebut dari LN:)

5. PMK No. 28/PMK.04/2008 tentang Pembebasan Bea Masuk atas Impor Barang Pindahan, silakan dibaca dulu. Intinya selain barang dagangan dan kendaraan bermotor dibebaskan semua. Di PMK 28 ada ketentuan masa tinggal yaitu 1 thn, jd misal hanya short course di LN tp ga nyampe 1 thn maka akan mengikuti PMK 188, tapi kalau S2 1,5 thn di LN maka baru menggunakan peraturan barang pindahan, itu cukup dibuktikan dengan dokumen2 yg menunjukkan memang yg bersangkutan sdh selesai kuliah/kerja/dinas di LN.

6. bea cukai punya data base harga barang dari semua negara (tentu hanya yg sering masuk), tapi untuk barang penumpang bukan pindahan, kalau bicara barang bekas pakai mungkin itu terkait barang pindahan, jadi dibebaskan semua.

Pertanyaan Tahap III

1. Apa yang dimaksud dengan ‘impor sementara’ di PMK 188 Pasal 7 ayat 2 ?

2. Barang pribadi yang akan bawa lagi ke LN -> Apa ini contoh impor sementara yang bebas BM ?

3. Barang untuk oleh-oleh / barang yang akan ditinggal di Indo -> kena BM ?

4. Saat orang tiba, bagaimana meyakinkan petugas bahwa barang pribadinya akan dibawa ke LN lagi ?

5. Jika orang terpaksa harus membayar BM atas barang tsb, bisakah BM dikembalikan ketika berangkat lagi ke LN ?

6. Ketika berangkat ke LN, membawa barang-barang mahal dan berencana akan membawanya kembali ke Indonesia, bagaimana agar barang tsb tidak dikenakan bea masuk nantinya?

Jawaban Tahap III

1. Impor sementara, seperti diatur dalam PMK No.140/PMK.04/2007, adalah pemasukan barang impor ke dalam daerah pabean yang benar-benar dimaksudkan untuk diekspor kembali dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun. Salah satu barang impor sementara yang diberikan pembebasan bea masuk adalah barang yang dibawa oleh penumpang dan akan dibawa kembali ke luar negeri.

2. Betul, itu menggunakan peraturan impor sementara. Daftar barang-barang yang bebas bea masuk dapat dilihat di sini.

3. Betul lagi, jadi kalau sifatnya oleh-oleh atau apapun yg tidak akan dibawa kembali ketika berangkat maka dikenakan BM dan PDRI sesuai PMK 188.

4. Memang agak susah, tapi biasanya yg ditugaskan di terminal kedatangan adalah petugas yg supel dan ramah, silakan dikomunikasikan. Kalau barangnya hanya bersifat pribadi yg kemungkinan akan dicurigai barang bawaan yang akan ditinggal di Indonesia maka segera lapor ke pos/hanggar bea cukai yg ada di terminal kedatangan, silakan minta form BPJ (Bukti Penerimaan Jaminan) , nanti barang terkait akan dihitung nilai pabeannya kemudian penumpang harus menyerahkan jaminan sebesar Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor. Sekali lagi, ini hanya atas barang yang kemungkinan dicurigai sebagai oleh-oleh, kalau hanya 1 laptop & 1hp rasanya petugas di lapangan tidak akan menganggapnya sebagai oleh-oleh.

5. Bisa, BPJ jangan hilang untuk bukti saat pengambilan uang jaminan ketika berangkat lagi ke LN. Dengan form itu akan jelas, kalau memang barang itu ditinggal maka negara tidak dirugikan karena jaminan akan dicairkan. Tapi kalau ternyata benar dibawa kembali ke LN, penumpang juga tidak dirugikan karena uang yang dijaminkan bisa dikembalikan.

6. Kalau ada penumpang yg ke LN dalam waktu singkat, misal tugas kantor, yang membawa barang-barang yang bisa dicurigai sebagai oleh-oleh ketika pulang nanti, misal laptop 3 buah, maka untuk menghindari perbedaan pada saat kembali nanti, ada baiknya melapor ke pos/hanggar bea cukai di terminal keberangkatan, minta saja form Surat Pemberitahuan Membawa Barang (SPMB), nanti ketika pulang apabila dicurigai dan ditanya petugas silakan menunjukkan SPMB tersebut.

Demikian yg bisa saya jawab, saya hanya bisa menjelaskan dari sisi peraturan. Pelaksanaan di lapangan mungkin tidak serumit itu, bisa jadi lebih sederhana.

—————————————————

Pertanyaan Anda dapat disampaikan melalui http://www.beacukai.go.id/contact_email/index.php. Terima kasih.

This entry was posted in Info. Bookmark the permalink.

105 Responses to Tanya Jawab Seputar Bea Impor atas Barang Bawaan dari Luar Negeri

  1. Salam kenal mas,

    Perkenankan saya membagikan pengetahuan ini kepada teman-teman lain di jejaring sosial saya ya, karena isinya sangat-sangat penting terutama untuk kami-kami yang masih studi di LN.

    Salam dan terima kasih !

  2. lina says:

    ingin tanya Mas,

    tentang poin ini
    “PMK 188 hanya mengatur penumpang biasa dalam arti tidak menetap”
    ini ada dimana mas penjelasannya di PMK hanya disebutkan
    “Penumpang adalah setiap orang yang melintasi perbatasan wilayah negara dengan menggunakan sarana pengangkut tetapi bukan Awak Sarana Pengangkut dan bukan Pelintas Batas.”
    jadi bukannya itu mengacu ke semua penumpang, baik yg menetap di LN maupun bukan

    • sw says:

      Ternyata benar, di PMK 188 tidak ada ketentuan masa tinggal.
      Batas masa tinggal 1 tahun ada di PMK 28 tentang barang pindahan.
      Jawaban tahap II nomor 3 dan 5 sudah diperbarui.

      Terima kasih.

  3. Ibrahim says:

    Wow, terima kasih banyak buat yang punya blog atas tanya jawabnya.😀

    Di kalangan teman2 saya yang sedang kuliah di luar negri memang ada keresahan akan kurangnya informasi penerapan aturan pajak ini, terutama bagi yang memang membawa barang2 elektronik seperti laptop atau HP dari Indonesia, dan merupakan barang yang bernilai mahal dan seringkali >$250.

    Ditunggu korespondensi berikutnya, dan mohon sampaikan terima kasih juga ke teman di bea cukai tersebut.🙂

  4. Fitri says:

    minta ijin share di fesbuk saya ya Mas … makasich banyak sebelumnya …

  5. Diya says:

    Pertama2 thanks for sharing infonya ya. Aku masih penasaran pertayaan tahap 2 nomer 1, kayaknya masih belum paham jawabn dr petugas bea cukai. Kalo misalnya udah lebih dr 5 thn tinggal di LN terus mau balik kampung dan tinggal di Indonesia lagi apa barang2 bawaan kita juga kena pajak nih?

    • sw says:

      Berdasarkan PMK No. 28/PMK.04/2008, Anda tidak dikenai bea masuk saat pindahan.
      (Jawaban tahap II Nomor 5)

  6. Arthie Beighle says:

    mas makasih atas tulisannya di blog ini.. minta tolong ya mas untuk komumikasi selanjutnya dg tanya jawab itu ditanyakan bagaimana nasib bagi orang2 yg tinggal di luar negeri dan pulang menjeguk keluarganya di Indo dan bawa barang2 yg nota bene dibeli diluar negeri dan itu termasuk barang pribadi misal neh kamera,laptop,Hp dll dsb yg harganya semua diatas $250.. apa itu juga kena pajak.. meski akan dibawa pulang lagi ke negar tempat tinggal mereka? terima kasih sebelumnya

    • sw says:

      Ada pembebasan bea masuk dalam kondisi orang tersebut. Baca Pasal 7 Ayat 2 di PMK 188.

      • Helene says:

        Tapi di bab IV pasal 8, tetap disebutkan bhw batas maks 250$, dan keluarga 1000$, yang berarti kita akan tetap dikenakan pajak, jika nilai laptop, kamera dan hp, yg sudah tentu harganya lebih dari 250$? bukannya pada saat kita beli di sini kita juga dikenakan pajak dari negara di mana barang tsb dibeli. Dan barang-barang ini tdk utk diperdagangkan lagi.

        Makasih banyak ya mas buat jawabannya dan salam kenal. Helene

      • sw says:

        Salam kenal Mbak Helene.
        Barang-barang dari LN yang ingin ditinggal di Indonesia dan bernilai total lebih dari USD 250 akan kena bea masuk & pajak.
        Sebaliknya barang yang akan dibawa lagi ke LN tidak kena.

        Memang kita dikenai pajak berlipat saat membeli barang di LN dan membawanya ke Indonesia. Tapi ada negara yang membebaskan pajak untuk turis asing.

  7. Diya says:

    Mas tanya lagi ya, hehehe…thanks sebelumnya.
    Suami saya WNA, dan juga kepingin menetap di Indonesia, karna itu apa nanti waktu pindahan kita perlu bawa surat2 biar bisa bebas BM soal barang2 kami?

    • sw says:

      Saya baca di PMK No. 28/PMK.04/2008, ada ketentuan pembebasan BM bagi WNA di Pasal 3 Poin e. Silakan baca juga Pasal 4 dan 5.
      Info dari teman saya di Bea Cukai, untuk WNA yg ingin menetap di Indonesia, kalau sifatnya pindahan tetap menggunakan PMK 28, dengan menunjukkan perizinan dari instansi terkait, seperti KITAS atau dokumen dr pemberi kerja di Indonesia, tapi bila kedatangannya ke Indonesia sebagai perwakilan organisasi internasional yg terdaftar di Kemenkeu maka dia dibebaskan juga tapi dengan PMK tersendiri bukan PMK 188.

  8. hery says:

    Pertama2 thanks for sharing infonya ya.
    oh ya mas tanya dunk, yg kena itu barang yg dalam tas atau yg menempel di tubuh kita juga di perhitungkan.
    n klo misal para TKI yg mudik pasti bawa oleh-oleh untuk keluarga/teman yg di tinggal di INDO, apakah barang tersebut kena BM,yg tentunya barang tersebut totalnya lebih dari $250 maaf, mohon bantuan penjelasan’a agar saya juga bisa sosialisasi dengan teman yg senasib..
    karena saat ini sudah terlalu banyak yg negatif thinking…intinya bagaimana mau bangga mengaku bangsa indonesia klo isi’a hanya pemerasan melulu ” padahal kita di sini hanya mencoba mencari nafkah karena pemerintah sendiri sudah tidak mampu menyediakan lapangan untuk rakyat’a
    ops…dah kepanjangan thank’s mas untuk bantuan informasinya

    • sw says:

      Sepertinya semua barang bawaan akan dipertimbangkan BM-nya sesuai aturan. Koper, tas, jaket, isi saku penumpang selalu di-scan di bandara.
      Prinsipnya semua barang yg dibawa yg sifatnya sesuai PMK 188 akan dipungut BM dan PDRI sesuai peraturan, tp tentu petugas, sekali lagi, tidak akan mencari2 kesalahan, kalau memang itu wajar untuk keperluan pribadi, mis jam tangan 1 buah dipakai ga akan ditanya. semua barang terutama bagasi akan melalui scan petugas di belakang sebelum masuk ke tempat pengambilan, maka jangan heran kalau ada tas yg ada kapurnya, karena itu merupakan tanda dari petugas belakang ke petugas depan agar tas tsb dibuka didepan penumpang bersama2 karena dari hasil scan ada gambar yg dicurigai. petugas juga dilatih melihat bahasa tubuh penumpang terutama terkait narkoba dan barang sejenis.

  9. Handa says:

    Terima kasih untuk tanya jawabnya yg sangat bermanfaat terutama bagi kami2 yg sedang di LN dan hendak kembali ke indonesia taun 2011.

    Pertanyaan saya:
    1. Bagaimana penentuan harga barang nya? apakah tergantung pengakuan kita atau petugas punya standar harga, misalnya untuk kamera, hp, laptop, dll yg tentunya sangat bervariasi harganya, belum lagi bila beli nya pas “super sale”
    2. Sebaiknya bila barang2 yang kita bawa tidak banyak item yg sama (laptop, hp, kamera,dll jumlahnya masing2 di bawah 2 unit) itu kita ke jalur hijau or jalur merah? untung rugi nya untuk masing-masing jalur itu gimana?

    terima kasih

    • sw says:

      1. Bea cukai punya database harga barang dari semua negara (Jawaban tahap II nomor 6). Untuk barang yang harganya mahal dan ada kemungkinan dianggap barang beli di LN ada baiknya disimpan saja struk pembeliannya (Jawaban tahap II nomor 4).

      2. Di sinilah letak self assessment, kalau penumpang setelah mengisi CD merasa barang melewati batas yg dibebaskan atau barang tertentu yg disebutkan di PMK 188 silakan lewat jalur merah, tapi kalau tidak silakan lewat jalur hijau.
      Silakan baca juga detail PMK 188 Pasal 13, 14, 15 dan 16.

  10. Diya says:

    Mas UU ini apakah juga berlaku buat Turis/ WNA yg cuman mau plesir keIndo?

    • sw says:

      Menurut pemahaman saya tentang PMK 188, penumpang adalah setiap orang termasuk turis asing.
      Jika turis tsb membawa barang dari LN yang ingin ditinggal di Indonesia dan bernilai total lebih dari USD 250 akan kena bea masuk & pajak.
      Sebaliknya barang yang akan dibawa lagi ke LN tidak kena.

  11. Arthie Beighle says:

    Makasih mas atas replynya.. tapi masalahnya pasal 7 ayat 2 itu menjadi bias dengan pasal 8 dan 9 dimana petugas bea cukai bisa menggunakan ini sebagai celah buat memeras penumpang.. sorry mas klo keliatannya kasar banget pernyataann saya..but prkateknya emang begitu di Bandara.. nggak ada undang2 aja mereka begitu apalagi didukung dg undang2 ini..semakin menjadi mereka mas.. nha bagi kami sbg “korban” nggak ada hukum yg melindungi kami dr praktek pemerasan oknum bea cukai bandara ini.. terus terang mas undang2 ini menakutkan sekali buat kami krn sdh menjadi rahasia umum oknum bea cukai suka “memeras” penumpang dg alasan custom.. seandainya peraturannya sangat jelas dan oknum bea cukai bandara tdk bertindak spt preman bandara..akan laen masalahnya

    • sw says:

      Menurut saya, kesimpulan aturan ini sebagai berikut.

      Penumpang yang datang ke Indonesia (bukan pindahan) biasanya membawa 2 kategori barang :

      1. Barang pribadi yang akan dibawa lagi ke LN -> Bebas BM & PDRI, berapapun nilainya (PMK 188 Pasal 7 Ayat 2).

      2. Barang yang tidak dibawa lagi ke luar negeri, contohnya oleh-oleh
      -> Bebas BM & PDRI jika nilainya kurang dari USD 250 per orang atau USD 1000 per keluarga (PMK 188 Pasal 8 Ayat 1)
      -> Kena BM & PDRI jika nilai barang lebih dari batas itu (PMK 188 Pasal 8 Ayat 2).

      Perhatikan juga batas bebas BM untuk barang tertentu di Pasal 9.

      Orang yang pindahan ke Indo bisa bebas BM asalkan sesuai kondisi pada PMK 28.

      Saya sarankan ketika pulang membawa struk barang yang mahal dan cetak semua aturan yang berkaitan di atas. Ketika bermasalah di bandara, tunjukkan dokumen-dokumen tsb disertai argumen yang tepat. Jika perlu, minta form BPJ atau SPMB.

  12. Diya says:

    Wah kalo begitu UU ini malah nantinya ditakutkan mengurangi devisa sektor pariwisata, karna turis yg berkunjung ke Indonesia bisa2 gak mau datang lagi karna peraturan yg ribet gini, atau WNA yg punya keluarga di Indonesia gak bisa bawa oleh2 karna UU ini…ck…ck..kecuali orang kaya yah, yg punya duit lebih buat bayar pajak lagi. Rasanya UU ini lebih banyak merugikan WNI dari pada membantu WNI

  13. rimba says:

    mas klo beli barangnya 2 thn lalu apakah kna bea masuknya sma dgn harga 2thn lalu?sya beli laptop 2 thn lalu skitaar700usd…apakah pada saat skrng knanya juga sma harganya di hitung seperti harga 2thn lalu?

  14. Detta says:

    Mas mau tanya juga, nanti teknisnya bagaimana saat di Bandara? Saya membayangkan ada antrian yang luar biasa panjang dan lama untuk antri bagasi di bagian pemeriksaan dan penghitungan, apalagi jiga ada proses pembayaran dll…..

    • bisot says:

      berdasarkan pengalaman saya sih biasa aja mas, antri digate bea cukai, jalur merah atau jalur hijau, kalau memang ada yang ingin diberitahukan maskapai sudah memberikan formulir CD (customs declaration) saat di pesawat sebelum landing, isi saja sesuai passport soal identitas dlsb. Foto CD di sini.

      antri, satu persatu barang di masukkan X-ray, yang perlu pemeriksaan lebih lanjut akan ada petugas khusus yang akan memeriksa, kalau untuk pelunasan bea masuk dll ada loket pabean. kebetulan saya gak pernah berurusan soal membayar pabean hanya pernah berurusan dengan karantina soal buah-buahan yang saya bawa🙂. just share

      • sw says:

        Terima kasih atas infonya Mas Bisot.

      • hogehoge says:

        mas, peraturan ini baru mulai berlaku sejak 1 januari 2011 (permen 188 pasal 37). jadi pastinya belum ada yang pernah mengalami🙂 jadi bentuk CD-nya pun, mungkin lain dari yang anda upload. atau bisakah anda meminta contohnya ke teman anda di bea-cukai?

  15. Edith says:

    makasih ya mas informasinya. soal pajak, saya setuju sama Arthie Beighle. Menurut saya peraturan ttg pajak ini sistemnya masih ga jelas karna sifatnya bias dan bisa di abuse oleh pihak perpajakan. selain itu, kalo misalkan kita beli barang2 suvenir dari luar negri yang ga ada struk2 an gimana?

  16. Deffi says:

    mas salam kenal, saya ijin share ya.. thank you

  17. Pingback: Bea Impor atas Barang Bawaan Luar Negeri | A Mum's Tales from the Land of the Sufis

  18. Batakmedan says:

    Numpang baca dulu mas yah…, komennya nyusul ntar.

  19. krishna says:

    saya izin untuk share di milis ya mas.. memberikan informasi untuk teman..🙂

  20. Ares says:

    Makasih ya mas atas infonya. Sekalian mau tanya nih, saya tinggal di LN dan pasti akan mengunjungi keluarga di Indo. Semestinya saya tidak akan dikenakan BM atas barang bawaan walaupun lebih dr 1000 per keluarga kan (berdasarkan Pasal 7 Ayat 2 di PMK 188), tp kalau melihat jawaban dr pertanyaan mas tahap III nomor 2, kok kelihatannya bakal ada kemungkinan saya dikenakan peraturan impor sementara ya? jadi bingung deh, sebenarnya posisi orang2 yg tinggal di LN dan hanya berkunjung singkat ke Indo itu PASTINYA diatur di pasal yg mana sih? Walopun uang jaminan impor sementara itu bisa dikembalikan, tapi kan kesal jg kalo jadi ribet gini, apalagi kalo pas bawa anak2 kecil. Tolong ditanyakan ke temannya ya mas, siapa tahu ada penjelasan yg lebih detail. Terima kasih.

  21. purwoko says:

    Info yg sangat mencerahkan, terima kasih🙂
    Sedikit pertanyaan mengenai pengisian form Customs Declare (CD):
    1) Untuk barang pindahan (e.g. laptob, camera dgn nilai > US$250) apakah tetap harus dituliskan ketika mengisi CD?
    2) Untuk jumlah mata uang asing yg dibawa dengan nilai < Rp. 100 juta (e.g. ¥500 ribu) apakah tetap harus dituliskan ketika mengisi CD?
    Terima kasih banyak sebelumnya atas jawaban dan infonya🙂

    • sw says:

      1. kalau cuma 1 dan itu barang pribadi ga usah.
      2. uang di bawah 100 juta rupiah atau setara tidak perlu diisi ke CD.

  22. fatimah says:

    Halo Mas salam kenal ya,
    saya sih mendukung aturan2x tersebut cuman kurang praktis dan ribet saya yakin akan mempengaruhi turis yang ingin berkunjung keIndo sedangkan kita yang tinggal diluar negeri gemba-gembor Promosikan Negara kita tercinta Indonesia terus giliran para turis berkunjung ke Indo sampai diAirport dihadapkan peraturan yang menyita waktu dan ribet.begitu juga WNI yang ingin silahturahmi dengan saudara dikampung pingin bawah oleh2x toh nggak tiap tahun pulang dan begitu pulang sampai diAirport bayar dendanya oleh.:-(
    pertanyaan saya apakah benar peraturan ini akan berlaku juga untuk keluarga,teman dekat dan kenalan yang bekerja diBea Cukai Airport?
    terimah kasih dan ma’af kalau ada tulisan saya yang tidak berkenan dihati.

    • sw says:

      Aturan ini berlaku untuk semua orang yang didefinisikan di dalamnya, seharusnya tidak ada keistimewaan bagi orang tertentu.
      Kalau terjadi penyimpangan di lapangan itu melanggar aturan.

      Terima kasih komentarnya Mbak.
      Saya juga bukan orang Bea Cukai😀

  23. martin says:

    ijin untuk sharing di milis ppi osaka yah mas.

  24. asri says:

    Mas ijin share ya.. tqu

  25. vina says:

    menurut saya, limit 250usd per orang sedikit sekali. menurut jawaban mas di atas limit 250usd sudah ditetapkan sejak tahun 1982. 250usd waktu dulu dan 250usd sekarang (28 th kemudian) sudah jauh sekali nilainya.

  26. Jazuly says:

    Izin Share ya mas..ini info yg sangat penting sekali, terutama bagi saya dan kawan2 yg masih study di LN..agr ketika balik nanti g terlalu culun dg peraturan2 baru..hehe..salam hangat..:D

  27. kusuma says:

    mhn maaf sblmnya.

    sya mhswa indonesia yg study ke eropa slm 6 bulan. sdh sangat jelas sya akan terkena pajak ketika pulang natinya. akan lebih jelas jika sya menanyakan kira2 apakah keperluan study sya spt handycam + hardisc + tripod( guna observasi lapangan) dan pakaian sehari2 yg sya beli di eropa akan dikenai pajak? harga handycam seilai 170 euro + tripod 10 euro + hardisck 50 euro (discount hardisk) pakaian sya kurang jelas karena sya pas winter beli jaket tebal yg murah2 cuman buat survive aja. apakah barang diatas akan kena pajak?

    trus sya berencana bawa souvenir gantungan kunci sebanyak 100 buah dengan segel yg sya robek ( katanya kalu segel dirobek biar meyakinkan kalau tidak ntuk di jual lagi).

    apakah juga kena pajak?

    • sw says:

      Jika total harga barang yang dibeli di LN & ingin ditinggal di Indo lebih dari USD 250, Anda akan dikenakan BM & PDRI, berapapun banyak barangnya.
      Gantungan kunci sebanyak itu mudah dicurigai petugas, walaupun segelnya dilepas.

      • kusuma says:

        apakah ada opsi buat kita ketika total jumlah barang itu melebihi 250 USD, kita memilih untuk membuang barang yg dikira bisa di buang di t4 pemeriksaan nantinya?

  28. sary mcd says:

    Kasihan indonesia, bakalan ditggl turis asing nih, msh byk ngra cantik yg memanjakan turisnya dgn kemudahan dan kenyamanan, itu para pengemplang pajak yg milyaran hrsnya jd target, bkn recehan dr turis, tkw or tki, maupun org2 yg hdp diLN dijadikan target. Masya Allah mau jd apa bgsa ini, mau dibawa kmn kmn ngra ini? Gak perlu jwbn krn mmg ngra ini gak mjawab apapun, kl pun ada jwbn hny kamuflase berlaku utk org2 kcl saja…..gayus oh gayus

  29. Dente says:

    Izin sharing Mas. Berguna buat temen2 yang masih kebingungan soal peraturan baru ini.

  30. mulyadi says:

    Terima kasih banyak, buat sharing nya, sangat membantu, terutama buat orang2 yang tinggal di LN seperti saya.

    Menurut pendapat saya yang menjadi kekhawatiran semua orang, perlu pembuktian apa saja untuk menyatakan barang2 yang kita bawa melewati perbatasan bukan barang BARU bila tidak punya surat keterangan pindah?

    Dan bila kita lupa mengisi form Surat Pemberitahuan Membawa Barang (SPMB), misal kan karena hampir ketinggalan pesawat, apakan nanti nya bila kembali ke Indonesia akan jadi bermasalah, bila kita tidak bisa membuktikan bahwa barang tersebut berasal dari Indonesia?

    Kelihatan nya ini sepele, tapi bisa jadi pengalaman buruk, terutama buat para turis mancanegara yang datang ke Indonesia.

    • sw says:

      1. kalau ini agak susah pembuktiannya, sebaiknya membuat keterangan pindah kalau tidak petugas akan menggunakan PMK 188, tp mungkin d lapangan lebih subjektif, krn kondisi di perbatasan tentu berbeda dengan bandara atau pelabuhan laut

      2. iya bermasalah kalau petugas mencurigainya, kecuali kalau barang itu secara umum adalah barang pribadi. SPMB itu lebih dianjurkan bila barang yg dibawa secara sifat (pribadi atau dagangan) dan jumlah bisa mengakibatkan kecurigaan petugas saat kembali ke Indonesia

  31. mamad says:

    mas, saya dari ppi portugal. mohon izin untuk mncopy tanya jawab d atas utk kpentingan rekan2 Indonesia disini. sumber tntu tetap dmasukkan. terima kasih atas izin dan informasi yg trsedia.🙂

  32. carisa says:

    Izin sharing mas

    Maaf saya kurang mengerti, saya ada baca peraturan diatas yang isinya ini :

    “Penetapan tarif bea masuk didasarkan pada tarif bea masuk dari barang bersangkutan. Dalam hal barang impor dimaksud lebih dari tiga jenis barang, Pejabat Bea dan Cukai menetapkan hanya satu tarif bea masuk berdasarkan tarif barang tertinggi.”

    Nah, pertanyaan saya :
    kalau misalnya saya beli hp dari LN cuma 1 unit apakah juga kena bea masuk ?
    soalnya saya sering keluar negeri beli oleh2 buat keluarga kalau pulang

    Mohon dijawab karena peraturan ini membingungkan sekali

    Terima kasih

    • sw says:

      Jika total harga barang yang dibeli di LN & ingin ditinggal di Indo lebih dari USD 250, Anda akan dikenakan BM & PDRI, berapapun banyak barangnya.
      Baca contoh perhitungan di jawaban tahap I nomor 3.

  33. nur rachmat says:

    terima kasih bgt nih mas infony..izin share ya..oh ya mas mo nanya buat yg lbh dr 1thn tinggal diLN berarti termasuk barang pindahan..apa saja yg diperlukan untuk membuktikan klo kami pindahan..terima kasih

    • sw says:

      Baca detail file PMK 28 di jawaban tahap II nomor 5.
      Anda juga bisa minta surat keterangan pindah barang dari KBRI atau Konjen setempat.

  34. sumartawa says:

    pengembalian uang jaminan ini repot. karena rupiyah tdk stabil.
    pajak itu dikenakan utk harga 250 usd, keatas berlaku jumlah seluruh barang bawaan atau satu macam barang dg harga 250 usd.

    • sw says:

      Harga total seluruh barang yg dibeli di LN & akan ditinggal di Indo (Jawaban tahap I no.3).

  35. lintasophia says:

    Ijin share ya mas…
    Aku dan temen-temen mumet karena urusan ini.
    aku stay di Eropa, harga 5 potong kemeja aja udah nembus 250 dollar, belum termasuk barang lainnya. Berdasarkan pengalaman, barang-barang pribadiku itu suka ”disita” kerabat.
    Proses pelaporannya pas mau balik lagi gimana ya?
    Hmmm, kalau kita baca beberapa media massa, maka statement dari petugas ttg peraturan ini berbeda satu sama lain.
    – Di Kompas : total seluruh bawaan pribadi-250 dollar = harga yang dibayarkan.

    – Detik : cuma barang-barang yang diindikasikan akan diperdagangkan (dilihat dari kuantitas).

    Di postingan di atas, semua barang ditotal (sebagai contoh, segala tas pinggang segala : 25 dollar). Di Eropa, ini harga standard untuk barang-barang pribadi :
    – sepatu 120 Euro
    – jam tangan 150 euro
    – jeans 90 euro
    – kemeja 50 euro…
    – 5 stel pakaian dalam untuk ganti : 120 Euro

    plus barang lainnya. Trus gimana urusannya kalau begini? Butuh berapa lama kita di bandara sebelum bertemu dengan keluarga?
    Ini peraturan paling sadis dan konyol.

    Makasih banyak ya… Ijin share…

  36. kezia says:

    mas,salam kenal….
    mau nanya sedikit nih… saya dahtinggal di eropa selama 9th berturut2 tanpa pernah pulang ke indo… kalau saya pulang ke indo nanti.. barang yang saya bawa termasuk barang pindahan atau dikenai pajak seperti lainnya… soalnya kalau pulang nanti saya berniat gak akan ke LN lagi.. makasih tas jawabannya… ditunggu lho mas

  37. Vivi says:

    Salam kenal ya mas,

    Saya hanya mau bertanya sedikit peraturan ini akan diberlakukan/dipatenkan pada tgl: 1 Jan 2011 apakah sekarang2 ini sudah diberlakukan juga ? , Soalnya saya akan pulang ke Indonesia pada tgl:22 bulan December ini dan tentu saja akan menbawa oleh2 buat family and friends yang jumlahnya lumayan bayak…

    Terima kasih banyak mas atas jawabanya🙂

    Regards

    Vivi

    • sw says:

      PMK 188/2010 berlaku mulai 1 Januari 2011. Tapi perhatikan bahwa peraturan serupa di PMK 89/2007 masih berlaku sampai 31 Desember 2010. Baca jawaban tahap II nomor 1.

  38. aditya says:

    sejak tahun 1982 masih 250USD
    dulu 250USD (dengan kurs 2000 aja) bisa buat hidup satu bulan

    inflasi ga dihitung!

    sekalian mau nanya yah

    Dalam buku tarif dari tahun 2007
    1. PPnBM, Lartas dan sebagainya itu apa yah? koq masih kurang jelas
    PPnBM = PPn Barang Mewah / PPn Bea Masuk / ???
    Lartas juga

    2. jadi misalnya kalau saya ada digital camera seharga $400 dari Singapura
    bagaimana hitung jumlah pajak bea masuknya
    ini info dari buku tarif

    HS Code –> 8525.80.20.11
    Deskripsi –> Kamera gambar tidak bergerak digital / Digital still image video cameras
    MFN –> 0
    CEPT –> 0
    PPn –> 10
    PPnBM –> 10*
    Lartas –> NPIK

    makasih

  39. Eddy says:

    Sorry mas saya mau Tanya kalau saya tinggal di luar negeri selama 5 thn tapi baru ke Indonesia bulan 2 kmrin dan ada rencana ke Indonesia lagi desember ini untuk pindah Dan menetap di Indonesia untuk waktu yang cukup lama Dan membawa banyak barang pribadi seperti jam tangan mungkin melebihi 10 buah dan perhiasan seperti cincin Dan kalung yang di beli di LN apakah tetap terkena pajak bea masuk?terima kasih atas jawabannya

    • sw says:

      Barang pindahan bisa bebas BM jika sesuai aturan di PMK 28/2008. Baca jawaban tahap II nomor 5.

  40. doddy says:

    Bagi teman2 yg akan kembali ke tanah air. Sebaiknya berhati2 dg barang bawaan, jika barang tsb tdk sangat penting mendingan tidak usah dibawa saja karena nanti pasti akan jadi masalah yg ujung2 nya saudara akan dikenakan pajak. Pengalaman saya waktu kirim barang ke tanah air begitu. Bbrp kali saya kirim, eh yg terakhir kena pajak dengan alasan yg tidak jelas. Jika uang yg saya bayar masuk ke negara tidak masalah, tp kalo memang itu pajak kenapa bisa dinego ya? Aneh bukan. Sudah begitu mereka tidak profesional dan sangatlah tidak sopan ketika melayani saya.

  41. Debbie says:

    Karena sering plg indo buat nengok ibu, jadi barang2 pribadi (hp,laptop,kamera valued more than US$250 )yang saya bawa masuk indo tapi akan saya bawa keluar indo lagi..gak akan kena BM kan ya,mas?
    Thanks buat infonya..
    Ijin share ke FB ya,mas…

  42. nova says:

    Terima kasih infonya..
    Sangat berguna sekali untuk saya dan teman2 Indo lainnya yang tinggal di luar negri..

  43. Erica says:

    Hello…teman2 ini saya ada cerita kemarin ada teman saya yang pulang ke Indonesia dia bilang ke saya itu orang dari bea dan cukai masa cicin kawin yang (dipake dijari dia)dikenakan pajak? dan orang dari bea dan cukai-nya bertanya ke dia berapa katanya itu harga cicin yang anda pake?. memang sih cicin kawin-nya terbuat dari emas putih berlian. Sampai orang dari bea dan cukai nya ribut besar sama suami teman saya ini :-((((

    Wah-wah kalau memang begitu orang dari bea dan cukai keterlaluan dong masa cicin kawin saja dikenakan pajak yang benar aja?.

  44. Erica says:

    benar kah separah dan setega itu orang2 dari bea dan cukai?…
    Masa sih cincin kawin saja dikenakan pajak?

    Mohon jawabannya ya mas,

    Terima kasih, Hatur nuhun, Thank you🙂

    • Eddy says:

      Sorry yah erica mau nanya jadinya temen kamu kena pajak gak atas cincin kawinnya? Terima kasih

      • Erica says:

        Dear mas Eddy.

        Iya betul itu cincin kawin yang punya teman saya ini kena pajak sebesar 30%😦 Soalnya cincin kawin yang punya teman saya ini terbuat dari emas putih 18karat + batunya berlian 1carat.

        Kalau buat saya cincin kawin sampai dikenakan pajak itu mah sudah sangat keterlaluan.

        Suaminya teman saya ini kan orang dari LN dia sampai ribut besar sama orang dari bea dan cukainya dan dia bersumpah tidak akan pernah kembali lagi ke Indonesia katanya.

  45. yesdij says:

    Pasal 8 ayat(2)Dalam hal Barang Pribadi Penumpang melebihi batas nilai pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1), atas kelebihan tersebut dipungut bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

    kayaknya inilah pasal yg bakal jadi pegangan petugas pemeriksa di bandara… (ya ga mas?)
    jadi apapun alasannya tetep aja penumpang kalah….
    Aku jadi prihatin ama “pahlawan devisa” (istilah buat TKI). Jika mereka pulang tentunya bakalan jadi santapan empuk di bandara. Tanpa peraturan ini aja mereka udah sering dikerjai petugas2 yg nongkrong disono… Oalah…… peraturan ini sebenarnya buat apa??
    Kalo pajaknya emang bener2 buat Indonesia ya gpp…. tapi kenyataannya?????

  46. Ares says:

    Yang dimaksud dgn “SEMUA barang yg dibawa penumpang” berarti bisa jadi termasuk pakaian, cincin kawin, sepatu, kaos kaki, diaper anak dan barang pribadi lain yg emang utk dipakai sendiri dong? Kalo begitu, udah jelas pasti semua orang kena BM lah…

    Peraturann ini benar2 konyol dan tidak adil, soalnya sangat terbuka celah bagi petugas bea cukai utk bertindak seenaknya terhadap para pendatang / pengunjung.

    Gimana tuh mas? Apa ada ayat lain yg bisa dijadikan pegangan kuat supaya kita jgn diam saja kalau barang2 pribadi kita dianggap harus kena BM?

    Tolong dijawab ya mas, makasih.

  47. fahru says:

    coba temen temen yang belajar di LN baca ini, semoga ini benar benar jadi kabar baik buat kita semua.

    http://www.facebook.com/notes/rahmat-arafah/kabar-gembira-tentang-bea-cukai-bagi-wni-yang-study-dan-kerja-d-ln/469039389820

  48. Baaauuuu.... says:

    Sepertinya kaos kaki yang sudah bau tarasi juga bakalan kena PAJAK dong kalau begini ???? LOL…LOL…LOL…:-)🙂🙂

  49. Veni says:

    Hallo mau tanya nih, apakah peraturan cukai itu berlaku jg utk WNA ? Bagaimana dengan WNI yg tinggal menetap di LN?

    Thanks

  50. sibuntel says:

    dengan kata lain pemerintah Indon sebenarnya ingin mengatakan “Siapa suruh jadi warga indon,mang enak gue palak” hahahaha.
    ini adalah bentuk pemerasan yg dilegalkan pemerintah

  51. sumi says:

    mas mau tanya saya tinggal di eropa dan kalau pulang ke indo selalu bawa susu bayi karena udah biasa dengan susu bayi disini, kira kira kalau susu bayi kena pajak gak ya ? karena otomatis susu itu untuk keperluan waktu di indo jadi gak mungkin lagi di bawa ke LN ,

  52. Veni says:

    Mau tanya lagi ya mas, secara teman2 yg di LN jadi gempar.

    Saya dan keluarga adalah WNA, tp sering pulang menengok keluarga di INA, apakah kita sebagai turis juga kena bea cukai.Kan kalau liburan pasti bawa camera,hp dan laptop ( krn suami hrs kerja biarpun saat liburan ) Bagaiman dengan obat2an, saya ini pasien jantung & astma tidak boleh putus obat seumur hidup.Tiap pulang bawa obat2an yg memang penting utk saya, apakah ini jg dihitung di dlm $250 tadi.

    Semua teman2 disini bertanya2 bagaimana dgn pakain,parfum&kosmetik yg kita pakai sendiri. Nederland jg punya peraturan barang bawaan, tapi di peraturan mereka jelas ditulis bahwa barang2 pribadi yg wajar di bawa saat liburan atau bekerja di LN tdk kena pajak. Ditulis juga dgn jelas apa yg dikenakan pajak.

    Rencana saya mau pulang thn depan utk memperlihatkan tempat kelahiran saya kpd anak2 saya. Dengar berita begini saya jd segan utk pulang.

    Terimakasih ya mas.

  53. adeelfhan says:

    Mau tanya nih mas.. saya mewakili temen2 seprofesi sebagai Pelaut dan TKI ingin mendapat kejelasan.Biasanya pelaut ada kontrak kerja selama 6 bulan atau sampai setahun.Apakah pelaut atau TKI yang diakui sebagai Pahlawan devisa negara ini di kenakan aturan ini juga.

  54. rangga says:

    pak…bea cukai kan banyak aturanya
    tapi koq gak ada aturanya buat pegawai bea cukai ..kadang kadang banyak yang lolos karena temen sendiri..

    oh petugas bea cukai itu sama juga perampok bagi TKI,perampok berUNIFORM..
    perampok yang PINTER TAPI TAK BERMORAL.

    banyak passal di dep beacukai yang buat para PERAMPOK/KORUPTOR, jadi boong aja tuh
    mw menambah pendapatan negara
    ujung2 nya menembah kantong sendiri

    H A HA HA HA

  55. Aditya says:

    kemarin saya ke singapur lewat CGK

    lalu saya tanya petugas imigrasi bandara
    “Form SPMB buat bawa barang keluar ambil di mana yah”

    saya tanya dua orang.
    dua duanya ga tahu menahu soal form itu apalagi kegunaannya.

    bagaimana kalau ada orang yg pergi bulan dec lalu balik januari. udah pasti kena pajak kan buat laptop dan handphone mereka yg nyata2 dibawa dari indo tp ga bisa dideclare gara2… memang ga bisa dideclare

    penasaran aja apa kebijakan untuk ‘tidak tahu menahu soal SPMB’ itu sejalan dengan usaha peningkatan pendapatan ‘negara’

    ps: saya balik minggu depan sih… tp kasian aja yang berangkat lalu balik setelah 1 jan 2011

    • Karen says:

      Usaha untuk menambah isi kantong “oknum2” tertentu kali…

      Heran kenapa pemerintah membuat aturan2 yg mempersulit rakyatnya sendiri dan turis2 asing.

      Selain itu saya yakin peraturan ini tidak akan berlaku buat para pejabat dan anggota2 DPR yg mau “bertamasya” k luar negri…

      Kapan ya Indonesia bisa jadi negara dgn pemerintah yg jujur dan masuk akal…

  56. Mamet says:

    Mas cip, Numpang nge-post yah–penting sekali ini mah mas–

    oiah, satu pertanyaan ajah,
    saya punya laptop (US$450) beli desember 2009 di LN,
    trus hp (US$320) beli may 2010,

    naah artinya brang saya udah bekas pakai, itu masih kena pajak klo saya berhenti kerja and pulang ke indonesia di 2011??

    terimah kasih buaanyaakk mas–di tunggu balasannya🙂

  57. deyani says:

    Terima kasih infonya. Minta ijin untuk posting ke teman2 ya.

  58. ...ina... says:

    Thanks banget yaaa buat info-nya….
    Ijin untuk posting ke temen2 yaaa…

  59. some one says:

    mas ikutan tanya ya…
    asli beneran bingung dengan peraturan ini..
    koq jadi seperti makin mundur ya negara kita tercinta ini??
    yg kaya semakin jaya..,yg miskin semakin tersudutkan..

    misal barang yg kita bawa adalah kerajinan tangan yg di negara tsb harganya murah2..tetapi ternyata di Indonesia harganya mahal…(heraaan deeh)..apa juga dikenakan pajak??

    sy pernah mengalami..
    karena kebetulan disini barang pernak pernik itu murah,maka kirimlah sy ke teman di Indonesia yg berulang tahun..lhaa…kena pajak boooo..

    lha kalau brg tsb adalah hand made…,kami bikin disini..apakah juga harus bayar pajak???

    mohon pencerahannya ya mas

  60. zia says:

    hallo mas,
    mau tanya juga nih.. mengenai kategori “impor sementara” yang seperti dicantumkan di pasal 7, bagaimana cara membuktikan nya bahwa barang2 itu akan dibawa keluar kembali?
    Saya membayangkan seandainya ada turis yg mau plesir ke indonesia untuk menyelam kan peralatan video/kamera dan peralatan menyelam nya sendiri bisa banyak dan cukup mahal, bisa saja petugas di lapangan bilang bahwa mereka mencurigai ini barang-barang yang untuk ditinggalkan di indonesia.
    Dalam kasus itu, bagaimana para turis itu bisa membuktikan kepada petugas bahwa mereka akan membawa kembali barang2 itu ke LN setelah selesai liburan nya?

  61. Ardian says:

    Danke infonya.. ijin kopas n share gan…

  62. alex says:

    mas mohon penjelasan-nya:

    1. saya adalah trainee yg berdurasi 3 tahun di LN, sebentar lagi kembali ke tanah air.
    2. selama trainee di LN ini saya ikut Kursus Musik.

    Pertanyaan*
    apakah barang2 kperluan sehari-hari (laptop, HP, Gadget) serta alat2 Instrument Musik yg saya gunakan ketika kursus musik bisa digolongkan ke barang pindahan dan bebas BM mas?

  63. Sugi says:

    “….USD 1.000 untuk satu keluarga”

    Apa definisi satu keluarga disini?
    Kalo Ibu ama 1 anaknya, apakah bisa dikategorikan 1 keluarga?
    Jadi apakah batas bebas bea masuknya adalah USD 1.000, bukan USD 500?

    Makasih

  64. Adhi Hardiansah says:

    Makin aneh aja peraturan di kita. Bayangkan, bandara yang harusnya jadi gerbang negara, tempat pertama dan terakhir yang akan dilihat tamu2 mancanegara, akan menjadi semakin tidak nyaman baik secara fisik maupun psikis. Antrian panjang sudah pasti, apalagi pemerasan di belakang layar. Pernahkah anda masuk ke ruangan bea cukai di bandara SOetta? amat sangat tidak representatif! Tentunya bagi sebagian besar Anda (termasuk Saya) yang sangat kecewa dengan diberlakukannya (atau digalakkan, karena sebenarnya sudah lama form ini dibagikan??) aturan ini inti permasalahannya sama: Boleh saja bayar, tapi harus jelas dulu dasar pemikirannya, dan lari kemana uangnya??? Beli barang tapi kok kena PPH??? Logikanya apa? apa semua orang yang belanja di luar pasti untuk dijual lagi di indonesia (itu yang pernah dibilang petugas BC SOetta kepada saya ketika saya tanya, kok kena PPH?? Iya pak, kan asumsinya barang bapak buat dijual lagi). Sungguh dangkal…

  65. Bima Fajar says:

    Wah terima kasih untuk infonya, tapi dengan adanya peraturan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan bangsa kita akan jauh dari populer dibandingkan bangsa lain, akan banyak wisatawan yang lari. Dan terlebih lagi akan semakin membuka lebar2 pembenaran pintu pungli bagi pegawai bea cukai.

Comments are closed.