Menonton Film dengan Hati

Siapa bilang film nasional kita hanya 3P (Pocong, Porno, Pacaran) ? Tak perlu banyak tulisan, silakan saksikan film-film yang ‘berbeda’ berikut ini.

1998

DAUN DI ATAS BANTAL

2000

PETUALANGAN SHERINA

2001

PASIR BERBISIK

MARSINAH

2002

CA-BAU-KAN

2003

BIOLA TAK BERDAWAI

KIAMAT SUDAH DEKAT

2004

MENGEJAR MATAHARI

2005

GIE

KETIKA

2006

DENIAS, SENANDUNG DI ATAS AWAN

UNTUK RENA

2007

NAGABONAR JADI 2

2008

LASKAR PELANGI

2009

EMAK INGIN NAIK HAJI

GARUDA DI DADAKU

JAMILA DAN SANG PRESIDEN

KETIKA CINTA BERTASBIH

KETIKA CINTA BERTASBIH 2

KING

MERAH PUTIH

PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN

SANG PEMIMPI

2010

ALANGKAH LUCUNYA (NEGERI INI)

DARAH GARUDA

LASKAR PEMIMPI

TANAH AIR BETA

2011

RINDU PURNAMA

RUMAH TANPA JENDELA

JAKARTA MAGHRIB

THE MIRROR NEVER LIES

Film nasional mengalami perkembangan pesat dari sisi kuantitas, terbukti dengan cuma dua judul pada 1998 menjadi 82 film di tahun 2010. Namun dari segi kualitas, kita harus banyak berbenah. Terlalu ramai tontonan bioskop yang tidak mendidik. Itulah sebabnya hanya sedikit judul yang ditampilkan di sini. Ada juga film yang ditonton jutaan orang atau diberi banyak penghargaan, tetapi saya anggap film-film itu kurang layak disimak.

Industri perfilman juga mengikuti selera pasar, atau bahkan selera murahan sengaja diciptakan untuk membodohi penonton. Kita tak bisa hanya menaruh harapan pada pemerintah ataupun Lembaga Sensor Film. Penontonlah yang seharusnya memainkan peran. Jika semua orang menonton film berkualitas, niscaya judul berbau seks, pergaulan bebas, setan dan makhluk hina lainnya akan lenyap perlahan.

This entry was posted in Info. Bookmark the permalink.