Mau kuliah S1 gratis?

Biaya kuliah sarjana memang sejatinya tidak murah. Jika mahasiswa bisa membayar uang kuliah, tak ada salahnya berinvestasi untuk diri sendiri. Namun ketika kurang mampu membiayai studi, banyak solusi tersedia seperti beasiswa.

  .

Persiapan sejak SMA

  • Pertahankan prestasi akademis. Belajarlah untuk memahami ilmu, bukan hanya menghafal materi dan rumus ajaib. Bila kita paham apa yang sudah dipelajari dan berlatih mengerjakan soal yang variatif, niscaya kemudahan akan datang saat ujian. Usahakan nilai tiap semester tetap stabil atau meningkat sejak semester pertama hingga lulus. Aktif dalam kegiatan organisasi di sekolah, seperti ekstrakulikuler, seni, olahraga, dll. Ikut serta dalam berbagai perlombaan mulai dari tingkat sekolah hingga internasional. Tingkatkan juga kemampuan berbahasa Inggris, baik membaca, mendengar, menulis dan berbicara. Tidak hanya kamu yang berkompetisi dalam perburuan beasiswa, makin banyak prestasi yang dikoleksi, makin besar peluang mendapatkan beasiswa.
  • Rajin mencari informasi. Tersedia banyak lembaga pemberi beasiswa seperti pemerintah pusat (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan, dll), pemerintah daerah (provinsi, kota, kabupaten), perguruan tinggi (universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, dsb), perusahaan dan yayasan melalui dana CSR (corporate social responsibility). Caranya cukup mudah, dengan koneksi internet dan bantuan mesin pencari Google, informasi tersedia di website masing-masing lembaga pemberi beasiswa, maupun portal pengumpul info beasiswa. Kamu bisa mencari info dengan kata kunci: beasiswa, scholarship, bantuan pendidikan, financial aid.
  • Baca ketentuan beasiswa. Seperti halnya iklan sebuah produk, syarat dan ketentuan berlaku pula pada beasiswa. Ada beasiswa prestasi dan beasiswa ekonomi. Beasiswa prestasi biasanya mensyaratkan siswa berprestasi, seperti juara kelas, nilai rapor tinggi, nilai UN terbaik, pemenang olimpiade sains, prestasi bidang seni, jawara kompetisi olahraga dsb. Beasiswa ekonomi ditujukan bagi pelamar yang kurang mampu membiayai studinya di perguruan tinggi, yang dibuktikan dengan data ekonomi keluarga. Perhatikan apa yang ditanggung dalam beasiswa: biaya kuliah, biaya hidup, bantuan skripsi; serta berapa besarnya, apakah beasiswa penuh 100% atau sebagian saja. Baca dan pahami surat kontrak beasiswa secara detail, apa hak dan kewajiban kedua pihak (pemberi dan penerima beasiswa).  Bagaimana syarat nilai minimum tiap semester agar beasiswa tidak dihentikan. Cermati ketentuan apakah ada imbal balik yang diharapkan oleh pemberi dana, misalnya ikatan dinas (wajib bekerja di instansi pemberi beasiswa selama waktu tertentu), harus ikut serta dalam kegiatan (seperti tinggal di asrama, ikut dalam pelatihan, membantu promosi program beasiswa, dsb).
  • Lengkapi syarat dokumen. Tiap beasiswa mencantumkan syarat dokumen yang harus dilampirkan, misalnya:
    • buku rapor yang dilegalisasi kepala sekolah
    • sertifikat prestasi
    • surat rekomendasi dari guru atau kepala sekolah
    • sertifikat ujian bahasa (seperti TOEFL, IELTS, UKBI)
    • kartu pelajar, kartu tanda penduduk, kartu keluarga
    • ijazah atau surat tanda lulus SMA
    • tulisan esai (contohnya surat motivasi)
    • slip gaji orang tua
    • bukti pembayaran listrik, air, telepon, pajak bumi dan bangunan

  .

Beasiswa sebelum masuk kuliah

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan beasiswa Bidikmisi. Beasiswa ini disediakan bagi calon mahasiswa kurang mampu dengan tetap memerhatikan prestasi. Calon mahasiswa bisa ikut berbagai seleksi masuk perguruan tinggi (SNMPTN, SBMPTN, seleksi mandiri PTN, seleksi mandiri PTS tertentu, ujian masuk politeknik negeri) tanpa dipungut biaya. Peserta yang lolos seleksi dan dinyatakan diterima menjadi mahasiswa perguruan tinggi, biaya kuliahnya akan ditanggung, biaya hidupnya akan disubsidi. Informasi lengkap di http://bidikmisi.dikti.go.id/

Ada juga beasiswa dari lembaga non-pemerintah. Contohnya Beasiswa Etos yang menyediakan fasilitas asrama, biaya pendidikan, uang saku, bantuan skripsi. Infonya bisa diperoleh di http://www.beastudiindonesia.net/

Kunjungi website perguruan tinggi yang diinginkan, cari informasi beasiswa di sana.

  .

Beasiswa ketika kuliah

Bila kamu belum mendapat Beasiswa Bidikmisi, jangan khawatir, tetaplah fokus mengikuti seleksi masuk, pastikan dirimu sudah diterima sebagai mahasiswa. Perguruan tinggi pada umumnya memiliki kantor penyedia informasi beasiswa. Kantor ini menyalurkan sangat banyak beasiswa dari pemerintah, yayasan, maupun perusahaan swasta. Ketika mendaftar ulang sebagai mahasiswa baru, sampaikan keinginanmu melamar beasiswa melalui kantor tadi. Siapkan dokumen pendukung yang diperlukan. Ajukan keringanan ataupun penangguhan pembayaran uang pangkal dan biaya kuliah (SPP). Ikuti prosedurnya, pihak kampus akan memahami kesulitanmu dan kesungguhanmu dalam melanjutkan pendidikan.

Beberapa website beasiswa perguruan tinggi negeri:

Beasiswa Unggulan Kemdikbud http://beasiswaunggulan.kemdiknas.go.id/

ITB http://akumasukitb.com/index.php?page=beasiswa.html
UI http://mahasiswa.ui.ac.id/beasiswa.html
IPB http://admisi.ipb.ac.id/p/single/beasiswa
UGM http://dirmawa.ugm.ac.id/category/beasiswa/
UNPAD http://beasiswa.unpad.ac.id/
UNDIP http://bak.undip.ac.id/
UNS http://sibea.mawa.uns.ac.id/
UNAIR http://beasiswa.unair.ac.id/
ITS http://www.kemahasiswaan.its.ac.id/
UNJ http://www.unj.ac.id/content/beasiswa
UPI http://www.upi.edu/kemahasiswaan/beasiswa/persyaratan-beasiswa
Di universitas lainnya, pasti ada info beasiswa juga.

.

Perguruan Tinggi Kedinasan

Solusi berikutnya dari kuliah gratis adalah menjadi mahasiswa di Perguruan Tinggi Kedinasan yang dimiliki oleh pemerintah. Perguruan tinggi ini membebaskan mahasiswanya dari uang kuliah. Beberapa perguruan tinggi ini juga menyediakan asrama mahasiswa dan memberi uang saku. Lulusan perguruan tinggi ini wajib bekerja di instansi yang mendanainya misalkan STAN di Kementerian Keuangan, IPDN di Pemerintah Daerah, STIS di BPS, Akmil di TNI AD, Akpol di Polri, dsb. Perlu diketahui bahwa beberapa perguruan tinggi yang menyediakan asrama, akan mendidik, melatih dan membina mahasiswanya dengan keras, senioritas dan hierarki. Siapkan kesehatan mental dan fisikmu. Masih ingat video kekerasan di asrama sebuah perguruan tinggi kedinasan? Lalu bagaimana mendeteksinya? Bisa lihat penampilan mahasiswanya, seperti: badan tegap, seragam ketat, rambut pria cepak, rambut wanita di atas kerah baju. Perguruan tinggi sipil pun sering meniru pola pendidikan militer. Walaupun masyarakat mengetahui fakta ini, calon mahasiswa yang berminat tetap banyak, karena pendidikan gratis dan pekerjaan dijamin.

Daftar perguruan tinggi kedinasan dapat dilihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_perguruan_tinggi_kedinasan_di_Indonesia

  .

Bekerja paruh waktu

Sebagai mahasiswa dengan jadwal kuliah yang tidak terlalu padat seperti di sekolah, kamu bisa bekerja atau berbisnis paruh waktu, misalnya menjadi asisten dosen, asisten praktikum di laboratorium, asisten penelitian, mengajar bimbel atau les privat, menjual pulsa, bisnis online dsb. Kegiatan ini akan melatih kreativitasmu dalam bertahan hidup, namun ingat fokus pendidikan tetap yang utama.

  .

Pinjaman dana pendidikan (student loan)

Solusi yang satu ini memang tidak gratis, bisa menjadi pilihan terakhir. Beberapa instansi seperti bank, koperasi dan lembaga keuangan menyediakan pinjaman untuk biaya pendidikan. Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • hak dan kewajiban dalam surat perjanjian pinjaman,
  • kapan pengembalian dana mulai dilakukan dan kapan berakhir,
  • berapa besar cicilan tiap bulan dibandingkan dengan gaji,
  • apakah ada agunan dan bunga pinjaman,
  • pilih jurusan yang prospek lulusannya berpenghasilan tinggi,
  • apakah ada kewajiban memilih universitas tertentu.

Pikirkan dengan matang sebelum berutang. Cicilan utang per bulan sebaiknya tidak lebih dari 10% gajimu. Misalkan penghasilan bulananmu nanti sebesar 5 juta rupiah, berarti lima ratus ribu rupiah dibayarkan untuk utang tersebut. Uang sebesar ini sebenarnya sama dengan biaya kamar kos, atau ongkos transportasi bulanan, ataupun biaya asuransi kesehatan. Ingat juga masih ada beberapa pos lain yang perlu dibiayai seperti belanja harian, tagihan rutin bulanan (listrik, air, telepon, pajak), tabungan dan investasi.

  .

Bila kamu memperoleh bantuan pendidikan baik beasiswa maupun pinjaman, kelola dana itu dengan bertanggung jawab. Belajar sungguh-sungguh agar lulus kuliah tepat waktu, dan meraih pekerjaan idaman. Jangan lupakan pihak pemberi dana, jalinlah hubungan baik dengannya selama hidupmu.  Sekali lagi, jika kita mampu membiayai studi kita sendiri, berikanlah kesempatan beasiswa kepada orang lain yang lebih membutuhkan. Di Indonesia, ada banyak orang yang sulit mengenyam pendidikan karena ketiadaan biaya. Pendidikan memang tidak murah, namun selalu ada jalan untuk meraihnya. Semangat!

—-

Info website beasiswa S2 dan S3

This entry was posted in Info. Bookmark the permalink.